Minggu, 20 Februari 2011

Rabu, 29 April 2009

Spek Revo (Honda Product)

Spek Revo (Honda Product) Panjang X lebar X tinggi : 1.925 x 709 x 1.084 mm Jarak sumbu roda : 1.221 mm Jarak terendah ke tanah : 147 mm Berat kosong : 98 kg (CW) ; 97 kg (Spoke) Tipe rangka : Tulang punggung Tipe suspensi depan : Teleskopik Tipe suspensi belakang : Lengan ayun dengan peredam keju ganda Ukuran ban depan : 70/90 - 17 M/C 38P Ukuran ban belakang : 80/90 - 17 M/C 44P Rem depan : Cakram hidrolik, dengan piston tunggal Rem belakang : Tromol Kapasitas tangki bahan bakar : 3,7 lt Tipe mesin : 4 langkah, SOHC, pendinginan udara Diameter x langkah : 50 x 55,6 mm Volume langkah : 109,1 cc Perbandingan kompresi : 9,0 :1 Daya maksimum : 8,46 PS/7.500 rpm Torsi maksimum : 0,86 kgf.m/5.500 rpm Kapasitas minyak pelumas mesin : 0,8 lt pada pergantian periodik Kopling Otomatis : Sentrifugal, tipe basah, dan ganda Gigi transmsi : 4 kecepatan bertautan tetap Pola pengoperan gigi : Sentrifugal, tipe basah, dan ganda Starter : Pedal dan Elektrik Aki : MF 12 V - 3 Ah Busi : ND U20EPR9S, NGK CPR6EA-9S Sistem pengapian : DC-CDI, Battery Konsep baru Absolute Revo adalah penempatan saklar pada setang. Gerakan saklar tidak vertikal atau turun naik, tetapi horizontal, ke kanan dan kiri. Sayap samping dirancang dengan format 3D, memberi kesan gagah dan bersih terhadap penampilan motor. Grip dirancang dengan model motor masa kini terbuat dari logam tahan lama. Meski begitu, agar nyaman dipegang, grip dilapisi dengan PVC kenyal, seperti karet dan bertekstur. Knalpot berbentuk oval dengan bagian tengah dicat hitam. Tatakan kaki boncengan bagian utamanya dipasang langsung ke rangka atau tidak berada pada lengan ayun. Dengan cara ini, getaran pada kaki boncengan bisa dikurangi. Tambahan lain yaitu pelindung panas mesin di sisi sebelah kanan, pelindung khusus shock absorber belakang atau tidak mudah kena debu serta aki MF atau kering. Juga ada stopper yang mencegah rantai lepas dari sproket bila kendor. Desain lampu depan model mahkota, panel instrumen desain segi lima. Kendati kapasitas mesin Absolute Revo lebih besar dibandingkan Revo lama, konsumsi bahan bakarnya lebih irit 5 persen dan tenaga bertambah 16 persen. Kemampuan tersebut bisa diperoleh karena adanya pengembangan pada mesin, antara lain teknologi EFT (efficient & low friction technology), dengan menjadikan dinding piston bertekstur untuk meminimalisir gesekan. Dengan cara ini, efek tamparan terhadap dinding silinder bisa dikurangi. Daya tahan lebih lama dan gesekan bisa dikurangi. Absolute Revo hadir dengan konsep “Smart Styling”, “Smart Performance”, dan “Smart Convenient”.

Selasa, 30 Desember 2008

new varian motor

Selasa, 16 Desember 2008

TIPS OTOMOTIF

TIPS PERAWATAN DAN PERBAIKAN RAWAT INJEKSI BIAR TETAP AKSI Servis rutin mesin injeksi dapat difokuskan di seputar sistem pasokan bahan bakar dan udara. Salah satu pertimbangannya menilik kualitas bahan baker di tanah air yang tak menentu. Langkah ini sebaiknya dilakukan rutin setiap 5.000 km. Komponen utama terdiri dari filter bensin, filter udara, pompa bahan baker, throttle body (skep injeksi) dan nosel/injector. Lima bagian tadi yang menentukan kelangsungan hidup sebuah sistem injeksi. FILTER BENSIN Perawatan dimulai dari filter bensin. “Kita tak pernah tahu tangki dalam kondisi kotor atau bersih, apalagi untuk mobil tahun lawas,” ungkap Taqwa S. Swasono, mekanik bengkel Garden Speed. Maka itu bersihkan filter bensin dengan bantuan angina bertekanan tinggi. Umumnya komponen ini terletak di ruang masin dan terbuat dari logam. Jika sudah terlalu kotor, sebaiknya diganti batu. Jika dibiarkan berlanjut, kerusakan bisa merembet pada pompa bensin. Indikatornya, suara berisik dengan nada tak stabil. “Pompa injeksi sangat mahal, jadi harus telaten merawat,” urai Taqwa yang mendalami mesin injeksi. NOSEL INJEKTOR Nosel penyemprot bensin juga wajib dibersihkan. Maksudnya agar arah dan bentuk semprotannya ideal. Kualitas bensin yang rendah menyebabkan lubang nosel yang ukurannya sangat kecil tersumbat kerak/kotoran. Semprotan bensin jadi kacau dan debitnya berkurang. Akibatnya, putaran mesin pincang dan tarikan mberebet. Tak perlu bongkar nosel, cukup campurkan larutan kimia pembersih ke tangki bensin. Bensin dan larutan kimia ini akan bersenyawa dan mengalir ke nosel untuk mengikis kotoran. Di pasaran sudah banyak produk yang berguna untuk itu. Lakukan secara rutin agar tak perlu ganti nosel baru. THROTTLE BODY Skep injeksi atau throttle body (TB) juga rentan kotor. Gejalanya, tarikan kurang responsive. Bahkan jika kotoran sudah menumpuk di TPS (Throttle Position Sensor) bisa menyebabkan putaran meisn pincang saat stasioner. Sumber kotoran berasal dari udara yang terhisap ke ruang baker. Oleh karena itu, kebersihan TB bergantung pada perawatan filter udara. Bersihkan TB memakai cairan semprot yang banyak dijual di toko onderdil/perkakas. Pilih yang direkomendasi untuk mesin injeksi. Caranya dengan menyemprotkan lewat mulut skep TB sembari mesin dinyalakan stasioner. Jaga putaran mesin agar tidak mati, sehingga cairan pembersih bisa masuk ke seluruh celah skep. Proses ini sekaligus berfungsi membersihkan ruang baker. Semprotkan satu kaleng cairna pembersih kemudian matikan mesin sekitar 10-15 menit. Lanjutkan dengan menyalakan mesin kembali dan mainkan putaran mesin hingga rpm tinggi 6.000-6.500 rpm). Sisa kotoran atau kerak di TB dan ruang baker akan terbuang bersama asap knalpot. Jika mesin dilengkapi sensor yang mengontrol aliran udara, jangan lepas saluran intake. Semprotkan cairan pembersih lewat lubang hawa (breather) di saluran intake. Selanjutnya ikuti prosedur serupa di mesin yang tak punya sensor aliran udara. Usai itu, periksa filter udara agar langkah pembersihan TB dan ruang baker tak mubazir. Bersihkan dengan angin bertekanan tinggi dari arah belakang atau ganti jika sudah terlalu kotor. “Usahakan memakai pasrts asli agar flow (aliran, red.) udara bagus. SETEL CO Tak kalah penting, lakukan proses penyetelan CO (karbon monoksida) sebagai penutup rangkaian perawatan ringan ini. Manfaatkan alat engine analyzer sebagai alat pengukur. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran di mesin, apakah sudah efisien atau tidak. Nilai CO ideal harus dibawah 1 persen. Jika tiak, lakukan penyetelan ulang di sistem pasokan bensin, udara dan pengapian.

Layanan SERVIS Gratis Sepeda Motor

Layanan Servis GRATIS Sepeda Motor diadakan oleh Departemen Otomotif SMK NEGERI 1 Tuban Jawa Timur setiap awal Tahun Pelajaran.

Modifikasi

This Nouvo 115 CC modification concept come from some one named Vynnn, a member of Bikepics who coma from Thailand. As we all already known that Thailand have a very-very stylish motorcycle modification concept. So many Thai boys who like to modify their motorcycle. Not only the models, but also engine performance. That's why, so many racing components which sold in Indonesia come from Thailand. Well,.. if you have Yamaha Nouvo 115 CC, this modification concept wold be a good idea.

DETEKSI CHASIS SEJAK DINI

'Kaki' Mobil Sehat, Usir Penat!
Pernahkah Anda merasakan kelelahan yang luar biasa saat Anda melakukan perjalanan jauh dengan mobil Anda? Mungkin mobil Anda mempunyai masalah pada bagian kaki-kakinya, yang tugasnya adalah menopang body mobil dan keseluruhan beban yang harus dibawanya. Dari tugas yang harus ditanggung tersebut, Anda tentunya bisa memahami seberapa vital fungsi dari kaki-kaki mobil Anda. Maka dari itu, sebaiknya Anda perlu memeriksa kondisinya, terutama setelah Anda melakukan perjalanan yang jauh. Ada baiknya Anda memeriksanya sendiri terlebih dahulu, sebelum Anda meyerahkan mobil Anda ke bengkel. Beberapa hal yang perlu diperiksa pada sistem kaki-kaki mobil Anda, setelah perjalanan yang jauh adalah sebagai berikut.1. Rem- Untuk Rem Mobil Model TeromolSetelah Anda melakukan perjalanan yang jauh, periksalah kondisi rem mobil Anda. Caranya cukup mudah, bahkan Anda bisa melakukannya sambil duduk di dalam kabin mobil Anda. Untuk memeriksa ketebalan kanvas rem mobil Anda, lakukanlah dengan bantuan rem tangan. Rem tangan berhubungan dengan rem belakang mobil Anda. Jika Anda akan melakukan pengecekan dengan cara seperti ini, berarti Anda harus mengingat ketinggian tuas saat ditarik sehingga bisa dibandingkan dengan posisi yang sekarang. Tambah tinggi posisi rem tangan, berarti rem tambah tipis. Rem Tangan Semisal, sebelum dipakai perjalanan, saat rem tangan ditarik maksimal terdengar 5 kali bunyi 'klik' mobil sudah dalam keadaan terkunci dan setelah dipakai perjalanan, saat rem tangan ditarik maksimal terdengar bunyi 'klik' hingga lebih dari 5 kali, berarti rem mobil Anda tambah tipis. Sehingga, Anda bisa kembali menyetel kembali jarak rem dengan teromol. - Untuk Rem Mobil Model Cakram Anda perlu membuka ban terlebih dahulu, lalu periksa ketebalan kampas remnya. Jika sudah kurang dari 1 mm, segera ganti dengan yang baru. Pengecekan Shockbreaker2. Shockbreaker Untuk mengeceknya, tekan bodi mobil Anda sekuatnya, lalu lihat pantulannya. Jika 'tendangan balik'-nya berulang-ulang, berarti shockbreaker mobil Anda sudah waktunya diganti. Sama halnya, jika pantulannya lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum bodi mobil ditekan. Hal ini sangat perlu penanganan segera dan tidak bisa ditunda lagi. Sehingga Anda harus membawanya ke bengkel mobil terpercaya yang terdekat dan kemudian ganti dengan shockbreaker yang baru. 3. Spooring dan Balancing Khusus untuk spooring dan balancing roda, harus ditangani oleh bengkel yang ahli di bidang itu. Gejala ban yang membutuhkan spooring adalah saat dikendarai, mobil serasa 'melayang' dan antara kemudi dengan roda seolah 'tak kompak' atau 'tak sinkron'. Sehingga, mobil Anda membutuhkan keselarasan roda kiri dan kanan. Begitu pula dengan balancing, perlu ditimbang ulang keseimbangan rodanya. Gejala ketidakseimbangan pada roda adalah saat mobil dipakai pada kecepatan yang tinggi, kemudi terasa bergetar. So, segera periksa sistem kaki-kaki mobil Anda, sekarang juga! (bun)
BAB I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI
Judul modul ini adalah Pemeliharaan/servis unit transmisi manual dan komponen-komponenya, di dalamnya akan dibahas mengenai fungsi dan cara kerja transmisi manual, komponen transmisi manual, hingga pemeriksaan kerusakan transmisi manual. Hasil belajar modul ini, diharapkan siswa akan dapat:
1. Menyebutkan fungsi dan cara kerja transmisi manual.
2. Mengidentifikasi macam-macam transmisi manual.
3. Mengidentifiikasi Komponen-komponen utama transmisi manual.
4. Menjelaskan dan melakukan proses pemeliharaan unit trans-misi manual dan komponen-komponennya.
5. Menjelaskan sistem perawatan berkala pada unit transmisi manual dan komponen-komponennya.

B. PRASYARAT
Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Bidang Keahlian Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-30-004B antara lain adalah OPKR-30-002B.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Untuk mempermudah di dalam mempelajari modul ini, maka diharapkan siswa membaca dengan baik petunjuk penggunaan modul ini baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus, berikut ini:


1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat
Pertama, sebelum mempergunakan modul ini, terlebih dahulu sebaiknya anda dipelajari dan kuasai terlebih dahulu modul-modul prasyarat. Sebab untuk mencapai keberhasilan di dalam mempelajari modul ini diperlukan kemampuan atau kompetensi dalam bidang yang terkait dengan materi kegiatan. Seperti yang telah disampaikan pada pengantar modul ini, tanpa dikuasai materi prasyarat, maka akan terjadi kondisi yang diistilahkan sebagai beban berkelanjutan, dan kondisi ini akan menghambat proses pembelajar melalui modul ini.
Kedua, untuk membantu kelancaran proses belajar, siswa dapat berhubungan dengan guru, yang bisa dimulai atas inisiatif dari siswa atau dari tutor. Sedangkan proses dan hasil kerja program ini, sepenuhnya menjadi tanggungjawab siswa. Masukan dapat diperoleh dari mana dan siapapun, namun apa yang masuk di dalam buku kerja menjadi tanggungjawab siswa secara mandiri, dan siap untuk dilakukan evaluasi pencapaiannya sebagai bentuk penampilan yang telah dikuasai.
Ketiga, untuk mencapai efisiensi dan efektivitas belajar, maka ikutilah petunjuk khusus, dan berbagai petunjuk yang terdapat di dalam setiap kegiatan belajar. Di samping itu, setiap kali menyelesai-kan setiap kegiatan memberikan tanda Cek (V) pada kolom deskripsi kegiatan, sebagai tanda anda telah selesai mempelajari materi kegiat-an belajar. Hal ini juga untuk menghindarkan terjadinya pengulangan/ pengabaian setiap aspek kegiatan di dalam buku modul ini.
Berikut ini petunjuk khusus yang perlu diperhatikan dalam pengerjaan modul ini, yaitu:
a. Pelajarilah modul ini dengan baik terhadap sajian konsep yang diberikan pada setiap kegiatan belajar.
b. Untuk memahami isi materi yang terdapat di dalam setiap kegiatan belajar, maka kerjakan semua pertanyaan yang diberikan pada setiap kegiatan belajar, dan jawaban anda harap ditulis pada tempat yang telah disediakan dalam modul ini.
c. Selain itu, diharapkan siswa dapat menyelesaikan tugas-tugas, dan bila diperlukan dapat dilakukan diskusi dengan 3 – 5 orang teman. Selanjutnya jawaban anda, tulis di dalam tempat yang telah disediakan.
d. Bila anda telah selesai dan telah merasa menguasai modul ini, silahkan berhubungan dengan asesor/guru/tutor yang ber-sangkutan untuk mendapatkan pengujian atas kompetensi anda.

2. Petunjuk Bagi Guru
Dalam penyelesaian modul ini, guru bertindak sebagai tutor yang mendampingi siswa dalam menyelesaikan modul ini, beberapa hal yang perlu dilakukan ialah:
1) Membantu siswa membuat perencanaan kegiatan belajar.
2) Membantu siswa bila mengalami kesulitan/hambatan dalam menyelesaikan modul ini.
3) Membantu koordinasi siswa dalam mempergunakan fasilitas jurusan atau yang fasilitas lainnya.
4) Sebagai tutor, guru jangan berlebihan dalam memberikan penjelasan, ingat kegiatan ini untuk mengarahkan siswa dapat belajar mandiri. Penjelasan cenderung bersifat mengarahkan bukan menuntaskan sebagaimana saat mengajar.
5) Setelah siswa selesai dan siap diuji, maka tugas guru/tutor adalah menguji kompetensi mahasiswa sebagai wujud pengusaan materi modul.

D. TUJUAN AKHIR
Melalui proses pembelajaran modul ini, diharapkan siswa dapat mengusai pengetahuan dan cara permeliharaan/servis transmisi manual beserta komponen-komponennya.


E. KOMPETENSI
Modul OPKR-30-004B membentuk kompetensi pemeliharaan/ servis transmisi manual. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.

KOMPETENSI : Pemeliharaan/ Servis Transmisi Manual
KODE : OPKR-30-004B
JAM PEMBELAJARAN : 60 Jam
SUB KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Pemeliharaan/ servis transmisi manual dan komponen-komponen.  Pemeliharaan/servis transmisi manual dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya.
 Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.
 Pemeliharaan/servis pada komponen-komponen transmisi dilaksanakan sesuai spesifikasi kendaraan mengenai metode dan perlengkapan.
 Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan/servis.
 Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis sistem transmisi dilaksa-nakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.  Prinsip kerja transmisi manual.
 Bagian-bagian transmisi manual yang perlu dipeli-hara/ di servis.
 Data spesifikasi pabrik.
 Langkah kerja pemeliharaan/ servis transmisi manual berdasar-kan SOP, K3, peraturan dan prosedur/kebijakan perusahaan.
• Melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang ditetapkan dimana kemajuan ketrampilan seseorang di awasi secara berkala oleh pengawas.
• Melaksanakan tugas yang lebih luas dan sulit dengan peningkatan kemandirian dan tanggung jawab individu.
• Hasil pekerjaan diperiksa oleh pengawas.
• Melaksanakan kegiatan yang kompleks dan tidak rutin; menjadi mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya.  Prosedur pemeliharaan/ servis
 Pelumas/minyak transmisi dan penerapannya.
 Prinsip-prinsip operasi dari transmisi penggerak sabuk .
 Informasi teknik yang sesuai .
 Persyaratan keamanan peralatan .
 Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri.
 Kebijakan perusahaan .
 Prosedur keselamatan diri.  Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi.
 Merencanakan dan mengorganisir kegiatan.
 Penggunaan gagasan matematis dan teknis.
 Pemecahan masalah.
 Penggunaan teknologi.

F. CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-30-004B, isilah dengan cek list () kemampuan yang telah dimiliki siswa dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan :

Sub Kompetensi Pernyataan Jawaban Bila jawaban ‘Ya’, kerjakan
Ya Tidak
1. Memelihara/ servis transmisi manual dan komponen-komponen. Saya mampu menjelaskan konsep dan cara kerja transmisi manual
Saya mampu memelihara/ servis transmisi manual dan komponen-komponennya dengan baik Soal Tes Formatif 1.
Soal Tes Formatif 2.
Soal Tes Formatif 3.




Apabila siswa menjawab Tidak, pelajari modul ini !

BAB II
PEMELAJARAN

A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT
Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini, sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/tutor yang berkaitan dengan modul pembelajaran ini. Untuk membuat pe-rencanaan kegiatan belajar anda, maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini.
Judul : Pemeliharaan/servis transmisi manual dan komponen-komponennya
Kompetensi : Pemeliharaan/servis transmisi manual dan komponen-komponennya
Sub Kompetensi :
1. Menjelaskan konsep fungsi dan cara kerja transmisi manual
2. Mengidentifikasi macam-macam transmisi manual pada kendaraan
3. Mengidentifiikasi komponen-komponen utama dari transmisi manual.
4. Memelihara dan merawat transmisi manual dan komponen-komponen sistem pengoperasiannya.
5. Menjelaskan sistem perawatan berkala pada unit transmisi manual dan komponen-komponennya.

Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan Guru
Keg. Bel. 1
Keg. Bel. 2
Keg. Bel. 3
Evaluasi
Uji Komp.


B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1: Fungsi dan Cara Kerja transmisi manual dan Komponen komponennya

a. Tujuan Kegiatan Belajar 1
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan siswa dapat:
1). Menjelaskan konsep fungsi dan kerja transmisi manual dan komponen-komponennya
2). Menjelaskan fungsi masing-masing komponen transmisi manual dan komponen-komponennya
b. Uraian Materi 1
1) Prinsip Kerja Transmisi
Transmisi manual dan komponen-komponennya yang akan dibahas dalam modul ini adalah yang dipergunakan pada kendaraan bermotor. Transmisi manual dan komponen-komponennya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/peng-gunaan tenaga).
Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari Unit kopling, transmisi, defrensial, poros dan roda kendaraan. Sementara Posisi transmisi manual dan komponennya, terletak pada ujung depan sesudah unit kopling dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan. Fungsi transmisi adalah untuk mengatur perbedaan putaran antara putaran mesin (memalui unit kopling) dengan putaran poros yang keluar dari transmisi. Pengaturan putara ini dimaksudkan agar kendaraan mampu bergerak sesuai dengan beban dan kecepatan kendaraan
Posisi transmisi manual pada kendaraan secara skema dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini.







Gambar 1. Posisi transmisi manual pada kendaraan

Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (Engine) kesisitem pemindah tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (Clutch) diteruskan ketransmisi (Gear Box) ke propeller shaft dan keroda melalui defrensial (Final Drive). Konsep kerja transmisi manual dapat dijelaskan melalui gambar 2 dan 3 berikut.







Gambar 2. Prinsip Kerja menggunakan konsep momen

Berdasarkan gambar 2 tersebut, dapat dilihat perbedaan antara keduanya. Gambar pertama seseorang mendorong mobil ditanjakan secara langsung, sementara gambar kedua menggunakan tongkat pengungkit. Melihat kondisi tersebut, manakah diantara keduanya yang lebih ringan?. Jawabnya tentu dia yang menggunakan pengungkit, sebab pada posisi pertama gaya dorong secara langsung, sementara posisi kedua menggunakan transfer momen melalui tongkat. Semakin panjang lengan, maka tenaga yang dikeluarkan untuk mendorong kendaraan akan semakin ringan.
Konsep dasar di atas kemudian dipergunakan dalam membuat desain transmisi, dimana lengan pengungkit tersebut diterapkan pada diameter roda gigi. Sehingga transmisi kendaraan juga disebut dengan gear box atau kotak roda gigi, karena komponen utama transmisi adalah roda gigi. Konsep pemindahan tenaga melalui roda gigi, seperti terlihat pada gambar 3 berikut ini.











Gambar 3. Konsep pemindahan tenaga melalui roda gigi

Gambar 3 (a) menggambarkan lengan pengungkit sederhana. Pada kodisi seimbang persamaannya M x l = m x 4l artinya massa m yang hanya ¼ M dapat mengangkat M. Hal ini menunjukan bahwa dengan gaya yang kecil dapat mengangkat massa yang beratnya 4 kali lipat, karena digunakannya sistem lengan pengungkit.
Gambar 3 (b), menunjukkan bagaimana dua piringan dipergunakan sebagai lengan pengungkit. Pada contoh tersebut massa yang digantungkan pada poros C akan mengangkat beban yang ada pada poros D. Rangkaian ini mungkin dapat dipergunakan untuk memahami konsep kerja transmisi, mesin dihubungkan ke poros C, dan yang ke roda dihubungkan ke D. Apabila diameter piringan B dibuat tiga kali piringan A, maka momen yang dihasilkan tiga kali lipat. Namun bila perbandingan giginya (gear ratio) 2 : 1, maka roda gigi A berputar dua kali, sedangkan roda gigi B berputar 1 kali. Momen pada roda gigi A ½ dari roda gigi B, atau gaya angkatnya akan setengah dari beban yang diangkat.
2) Macam-macam Roda gigi
Roda gigi/Gears adalah roda yang terbuat dari besi yang mempunyai gerigi pada permukaannya. Bentuk gigi dibuat sedemikian rupa hingga dapat bekerja secara berpasangan dan setiap pasangan terdapat sebuah roda gigi yang menggerakkan (driving gear) dan sebuah roda gigi yang digerakkan (driven gear).
Suatu kelompok/kumpulan roda gigi dengan komponen lain membentuk suatu sistem transmisi dalam suatu kendaraan, mereka terletak dalam suatu wadah yang disebut transmission case, atau kadang juga disebut gear box.
Beberapa macam desain roda gigi yang dipergunakan pada transmisi adalah:









Gambar 1. Macam-macam roda gigi

a). Roda gigi jenis Spur – bentuk giginya lurus sejajar dengan poros, dipergunakan untuk roda gigi geser atau yang bisa digeser (Sliding mesh).
b). Roda gigi jenis Helical – bentuk giginya miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi tetap atau yang tidak bisa digeser (Constant mesh dan synchro-mesh).
c). Roda gigi jenis Double Helical – bentuk giginya dobel miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi tetap atau yang tidak bisa digeser (Constant mesh dan synchro-mesh).
d). Roda gigi jenis Epicyclic – bentuk giginya lurus atau miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi yang tidak tetap kedudukan titik porosnya (Constant mesh).

3) Konsep kerja transmisi

Seperti telah dikemukakan di atas, transmisi pada kendaraan terdiri dari berbagai bentuk roda gigi, ada yang sistem tetap ada yang digeser (slidingmesh). Berikut ini akan dicoba dijelaskan konsep kerja masing-masing.
a) Transmisi dengan roda gigi geser
Roda gigi pada poros input yaitu berasal dari kopling, dipasang mati. Sedangkan roda gigi yang dipasang pada poros output dipasang geser/sliding. Roda gigi yang digunakan untuk model ini tentunya jenis spur. Perhatikan pada gambar 5 berikut ini.









Gambar 2. Transmisi Sliding Gear

Posisi Netral, setiap transmisi mempunyai posisi ini dimana putaran poros input tidak dipindahkan keporos output. Posisi ini digunakan saat berhenti atau yang lainnya dimana sedang tidak memerlukan tenaga mesin. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka kedua roda gigi pada poros output (C & D) digeser agar tidak berhubungan dengan roda gigi dari poros input (A & B).
Posisi gigi 1, digunakan untuk menggerakan kendaraan pertama kali. Kondisi ini memerlukan momen yang besar gerakan pelan, maka roda gigi pemutar (Driver) harus yang lebih kecil (A) memutar roda gigi yang lebih besar (D). Sehingga roda gigi pada poros output yang dihubungkan deengan roda gigi yang sebelah kiri, sementara yang sebelah kanan tidak berhubungan. Seperti terlihat pada gambar 6 berikut ini.








Gambar 3. Posisi gigi 1

Posisi gigi 2, pada posisi ini tentunya kendaraan sudah bergerak sehingga momennya tidak begitu besar dibandingkan dengan saat posisi gigi 1. komposisi roda gigi pada posisi gigi kedua ini roda gigi D digeser sampai tidak berhubungan dengan roda gigi A, dan roda gigi C digeser kekiri agar berhubungan dengan roda gigi B. Dengan demikian, putaran poros input dipindahkan melalui roda gigi B & C ke poros output.

b) Transmisi dengan roda gigi tetap.
Sistem pemindahan kecepatan pada sistem ini tidak memindah roda gigi, namun dengan menambah satu perlengkapan kopling geser. Hubungan roda gigi C & D terhadap poros output bebas bukan sliding seperti pada model sebelumnya. Sedangkan yang terhubung sliding dengan poros output adalah kopling gesernya. Ilustrasi model ini dapat dilihat pada gambar 7 ber-ikut ini.












Gambar 4. Transmisi dengan posisi roda gigi tetap

Pada model transmisi roda gigi tetap ini memungkinkan dipergunakan bentuk roda gigi selain model spur. Sehingga memungkinkan penggunaan roda gigi yang lebih kuat.
Kopling geser dapat digeser kekanan atau kekiri. Bila kopling ada ditengah maka berarti transmisi pada posisi netral. Pada posisi ini meskipun roda gigi C & D terus berputar bersama roda gigi A & B, namun tidak ada pemindahan putaran keporos output. Hal ini karena baik roda gigi C maupun roda gigi D terpasang bebas terhadap poros output.
Posisi gigi 1, kopling geser digeser kekiri hingga berhubungan dengan roda gigi D. Sehingga putaran poros input disalurkan melalui roda gigi A memutar roda gigi D dan membawa kopling geser yang telah terhubung, dan akhirnya poros output terbawa putaran melalui kopling geser.
Posisi gigi 2, kopling digeser kekanan hingga berhubungan dengan roda gigi C. Sehingga putaran poros input disalurkan melalui roda gigi B memutar roda gigi C dan membawa kopling geser yang telah terhubung, dan akhirnya poros output terbawa putaran melalui kopling geser.

c) Transmisi Synchronmesh
Terdapat kerugian yang perlu diatasi pada penggunaan sistem roda gigi geser seperti yang telah diuraikan di atas, yaitu:
a) Suara transmisi kasar saat memindah kecepatan.
b) Pemindahan gigi sangat sulit, apalagi pada kecepatan tinggi, sehingga pemindahan gigi harus dilakukkan pada kecepatan yang rendah.
Hal ini juga dialami pada sistem pengembangan yang meng-gunakan sistem Constantmesh. Meskipun pada sistem constant-mesh sudah tidak menggunakan penggeseran roda gigi, namun sistem penyambungannya masih mengalami permasalahan. Penyambungan yang dipergunakan pada sistem Constantmesh mirip pada sistem sliding gear saat memasukan kecepatan tertinggi yaitu antara roda gigi C dengan roda gigi D. Dengan kata lain, kendaraan yang transmisinya menggunakan sistem sliding gear atau Constantmesh akan terhambat khususnya pada proses akselerasi kendaraan. Karena setiap pemindahan kecepatan harus menunggu putaran turun terlebih dahulu.
Permasalahan proses pemindahan gigi tersebut, karena per-bedaan putaran kedua gigi yang akan disambungkan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
Misalkan: gambar 7 jumlah gigi dari roda gigi A = 20; B = 30; C = 20; dan D = 30.
Pada saat kendaraan belum berjalan, berarti putaran poros output dan kopling geser n2 = 0 rpm. Sementara bila putaran poros input adalah n1 = 1000 rpm, maka putaran roda gigi D n3 dapat dihitung sebagai berikut:
n3 = (A x n1)/D = (20 x 1000)/30 = 666 rpm.
Pada putaran yang demikian tinggi yaitu 666 rpm, sementara kopling geser tidak berputar tentu tidak dapat dihubungkan. Untuk itu biasanya pengemudi, memutus hubungan poros input dengan mesin dengan menginjak pedal kopling. Meskipun demi-kian untuk putaran sebesar 666 rpm, disamping tidak/sulit dihubungkan, kalau dapat dihubungkan akan terjadi kejutan yang luar biasa. Kejutan ini dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen transmisi.
Oleh karena itu kemudian ditemukan sistem synchromesh. Sistem ini secara sederhana seperti terlihat pada gambar 8. Roda gigi transmisi dalam kondisi tetap, untuk memindahkan posisi kecepatan dipergunakan perlengkapan synchromesh, dimana dengan bentuk konisnya akan menyamakan putaran, baru kemudian gigi sleeve disambungkan. Kemampuan menyesuaikan putaran antara dua roda gigi yang akan disambungkan ini yang tidak dimiliki oleh kedua sistem sebelumnya.








Gambar 5. Unit SynchroMesh

Sistem synchromesh ini yang kemudian dipergunakan pada transmisi manual sampai saat ini.
Cara kerjanya saat handel transmisi pada posisi netral, maka synchromesh berada ditengah tidak berpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada disampingnya.
Pada saat synchromesh digerakan kekiri kearah roda gigi (1), maka synchro hub (4) akan terdorong kekiri dan semakin kuat, maka akan mengerem putaran melalui bentuk konisnya hingga putaran antara roda gigi (1) dengan synchro hub (4) sama, kemudian sleeve (3) bergeser kekiri lebih lanjut hingga tersambung dengan gigi kecil (dog teeth) (2). Posisi ini berarti proses penyambungan sudah selesai. Dengan cara demikian proses penyambungan roda gigi transmisi tidak perlu me-nunggu turunnya putaran mesin.
Proses tersebut sama saat akan menghubungkan dengan roda gigi yang sebelah kanan (8), synchromesh digerakan kekanan kearah roda gigi (8), maka synchro hub (4) akan terdorong kekanan dan semakin kuat, maka akan mengerem putaran melalui bentuk konisnya hingga putaran antara roda gigi (8) dengan synchro hub (4) sama, kemudian sleeve (3) bergeser kekanan labih lanjut hingga tersambung dengan gigi kecil (dog teeth) roda gigi (8).







d) Komponen-komponen utama sistem transmisi dan fungsi-fungsinya

No Komponen Fungsi
1 Transmission input saft Poros input transmisi Sebuah poros dioperasikan dengan kopling yang memutar gigi di dalam gear box
2 Transmission gear Gigi transmisi Untuk mengubah output gaya torsi yang meninggalkan transmisi
3 Synchroniser Gigi penyesuai Komponen yang memungkinkan pemindahan gigi pada saat mesin bekerja/hidup
4 Shift fork Garpu pemindah Batang untuk memindah gigi atau synchroniser pada porosnya sehingga memungkinkan gigi untuk dipasang/ dipindah
5 Shift lingkage Tuas penghubung Batang/tuas yang menghubungkan tuas persneling dengan shift fork.
6 Gear shift lever Tuas pemindah presnelling Tuas yang memungkinkan sopir memindah gigi transmisi.
7 Transmission case Bak transmisi Sebagai dudukan bearing transmisi dan poros-poros serta sebagai wadah oli/ minyak transmisi
8 Output shaft Poros output Poros yang mentransfer torsi dari trans-misi ke gigi terakhir
9 Bearing Bantalan/laker Mengurangi gesekan antara permukaan benda yang berputar di dalam sistem transmisi
10 Extension housing Pemanjangan bak Melingkupi poros output transmisi dan menahan seal oli belakang. Juga menyokong poros output.

c. Rangkuman 1
1) Transmisi manual dan komponen-komponennya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/peng-gunaan tenaga).
2) Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari Unit kopling, transmisi, defrensial, poros dan roda kendaraan. Sementara Posisi unit transmisi berada selangkah di belakang unit kopling. Hal ini agar saat pemindahan kecepatan, hubungan dengan mesin dapat diputuskan ter-lebih dahulu.
3) Konsep dasar cara kerja transmisi adalah menggunakan konsep perbandingan momen, melalui sejumlah roda gigi. Dengan konsep tersebut dapat disesuaikan antara tenaga output mesin dengan besarnya beban yang akan diangkat. Saat beban berat seperti kendaraan akaan bergerak, tanjakan dan sebagainya, digunakan tingkat kecepatan yang rendah yang memiliki momen lebih besar.
4) Terdapat beberapa macam roda gigi yang dipergunakan pada transmisi yaitu :
a) Roda gigi jenis Spur – bentuk giginya lurus sejajar dengan poros, dipergunakan untuk roda gigi geser atau yang bisa digeser (Sliding mesh).
b) Roda gigi jenis Helical – bentuk giginya miring terhadap poros, dan Roda gigi jenis Double Helical – bentuk giginya dobel miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi tetap atau yang tidak bisa digeser (Constant mesh dan synchromesh).
c) Roda gigi jenis Epicyclic – bentuk giginya lurus atau miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi yang tidak tetap kedudukan titik porosnya (Constant mesh).
5) Terdapat tiga macam sistem pemindahan kecepatan pada unit transmisi, yaitu dengan sistem menggeser roda gigi atau slidingmesh, sistem roda gigi tetap dengan meng-gunakan kopling geser, dan sistem roda gigi tetap menggunakan synchronmesh.


6) Komponen utama dari tramisi manual adalah sebagai berikut :
a) Transmission input shaft atau Poros input transmisi, yaitu komponen yang menerima moment output dari unit kopling.
b) Transmission gear atau roda gigi transmisi, yaitu Untuk mengubah input dari mesin menjadi output gaya torsi yang meninggalkan transmisi sesuai dengan kebutuhan kendaraan.
c) Synchroniser/synchro-mesh atau Gigi penyesuai, adalah perlengkapan yang memungkinkan pemindahan kecepatan pada kondisi putaran yang tinggi.
d) Gear shift lever atau Tuas pemindah presnelling dan Shift fork atau Garpu pemindah adalah komponen yang berfungsi untuk mengoperasikan transmisi oleh pengemudi.
e) Output shaft atau Poros output adalah untuk menyalur-kan moment atau tenaga yang sudah diolah melalui proses reduksi ke komponen sistem pemindah tenaga selanjutnya.

d. Tugas 1
1) Amati sistem transmisi dan komponen pengoperasiannya yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. Jelaskan cara kerja sistem transmisi tersebut dengan disertai gambar skemanya.
2) Hitung berapa putaran poros output pada posisi gigi 1 dan 2, bila putaran inputnya 1250 rpm, dengan komposisi susunan roda gigi seperti gambar 7 jumlah gigi dari roda gigi A = 25;
B = 40; C = 23; dan D = 40?.



e. Tes formatif 1
1) Apakah fungsi Transmisi pada kendaraan bermotor? Dan apa dampaknya bila kendaraan tanpa transmisi?
2) Bagaimana konsep dasar cara kerja transmisi manual, dan mengapa mengapa pada transmisi menggunakan roda gigi?
3) Terdapat berapa macam roda gigi yang dapat diper-gunakan pada sistem unit transmisi kendaraan, dan meng-apa untuk sliding gear hanya dapat menggunakan model roda gigi spur?
4) Apakah kelemahan yang terjadi bila transmisi meng-gunakan sistem slidingmesh atau sliding clutch?.
5) Apakah alasan rasional dan fisik penggunaan sistem synchronmesh pada transmisi kendaraan? Secara singkat jelaskan cara kerjanya!.

Perhatian:
Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya, cocokanlah jawaban Anda dengan yang termuat pada halaman berikut ini.













f. Kunci jawaban formatif 1
1) Fungsi transmisi pada kendaraan bermotor adalah mereduksi putaran sehingga diperoleh kesesuaian antara tenaga mesin dengan beban kendaraan. Bila kendaraan tidak dilengkapi transmisi, dampaknya kopling akan cepat habis, karena fungsi reduksi putaran digantikan oleh kopling. Di samping itu, saat beban kendaraan ber-tambah, misalkan pada tanjakan, maka mesin akan meng-alami pembebanan yang berlebihan, maka akan terjadi overheating.
2) Konsep dasar kerja transmisi adalah menggunakan konsep perbandingan momen. Roda gigi merupakan benda yang paling mudah dan praktis untuk proses transfer tenaga, dan untuk menyesuaikan kebutuhan tinggal mendesain berapa jumlah giginya.
3) Terdapat tiga macam yaitu jenis spur, helical, double helical. dan roda gigi jenis Epicyclic. Karena hanya jenis spur yang dapat untuk sistem sliding.
4) Transmisi akan mengeluarkan suara yang kasar, dan akan terhambat pada waktu akselerasi. Hal ini disebabkan karena model pemindahan kecepatan ini tidak dapat dilakukan pada putaran tinggi.
5) Rasional penggunaan synchronmesh pada transmisi kendaraan, adalah untuk mengatasi terjadinya kesulitan saat transmisi menggunakan sistem slidingmesh atau clutch sliding. Sedangkan secara fisik terjadi suara yang kasar, dan kemungkinan teerjadinya kerusakan cukup tinggi.
Cara kerjanya synchronhub mengerem roda gigi yang akan disambung tanpa harus menunggu putaran turun terlebih dulu, begitu putaran sama maka dilanjutkan dengan proses penyambungan.

Perhatian:
• Apakah anda puas dengan jawaban yang anda buat? Jika belum, maka catatlah bagian yang anda tidak/kurang puas tersebut dan diskusikan dengan tutor anda.
• Bila anda puas, lanjutkan dengan kegiatan berikutnya.








2. Kegiatan Belajar 2: Macam-macam transmisi manual dan sistem pengoperasiannya
a. Tujuan Kegiatan Belajar 2
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan siswa dapat:
1). Menjelaskan macam-macam transmisi manual dan sistem pengoperasiannya.
2). Menjelaskan proses perawatan dan pemeliharaan transmisi manual dan komponen-komponennya.
b. Uraian Materi 2
Dalam kegiatan belajar ini akan dibahas secara berurutan materi macam-macam transmisi manual yang dipergunakan pada kendaraan termasuk cara pengoperasiannya. Selanjutnya akan dibahas proses perawatan dan pemeliharaan transmisi.
1) Macam-macam transmisi manual dan sistem pengoperasiannya.
a) Transmisi Tiga Kecepatan dengan Slidingmesh
Transmisi ini telah digunakan pada kendaraan bermotor pada tahun 1930-an. Disini bukan akan mempelajari sejarah transmisi, namun model ini mempermudah untuk memahami prisip kerja sebuah transmisi, khususnya bagaimana proses pemindahan/transfer tenaga/momen dilakukan di dalam sebuah transmisi kendaraan bermotor.
Skema sederhana model transmisi ini, dapat dilihat pada gambar 9 berikut ini. Transmisi ini menggunakan roda gigi jenis spur gear dan dibuat dengan tiga poros yang terpisah, yaitu:
(1) Poros primer (4) (primary shaft) – yaitu poros yang menerima gerak putar pertama dari kopling.
(2) Poros perantara (2) (layshaft/countershaft) – yaitu tempat roda gigi counter ditempatkan.
(3) Poros utama (9) (mainshaft) – yaitu poros keluar dari transmisi, ke komponen sistem pemindah tenaga lainnya.












Gambar 6. Transmisi dengan Sliding-mesh

Poros primer yang dihubungkan dengan kopling, ujungnya dipasaang mati dengan roda gigi pinion sebagai pemutar tetap pada sistem transmisi, dan memberikan putaran pada kelompok roda gigi pada poros perantara. Sementara roda gigi pada poros utama dapat digeser-geser dan secara sendiri-sendiri dapat dihubungkan dengan roda gigi yang ada pada poros perantara yang dibuat berputar bersama. Penggeseran roda gigi pada poros utama, menggunakan pemindah gigi (8) diteruskan ke garpu selektor (6).
Pada posisi netral, semua roda gigi pada poros utama diposisikan tidak berhubungan dengan roda gigi yang ada pada poros perantara. Putaran dari poros primer diteruskan ke roda gigi pada poros perantara, namun tidak memutar roda gigi yang ada pada poros utama. Dengan kata lain, putaran dari poros primer tidak ditransfer ke poros utama/output transmisi.
Posisi Gigi Pertama, roda gigi A pada poros utama digeser hingga berhubungan dengan roda gigi B pada poros perantara lihat gambar 6 atau pada gambar 5 komponen nomor 11. Sementara roda gigi C dalam posisi netral. Pada posisi ini, berarti putaran dari roda gigi E pada poros primer, dipindahkan ke roda gigi F yang dipasang mati dengan roda gigi B atau roda gigi F memutar roda gigi B. Putaran dari roda gigi B dipindahkan ke Roda gigi A dan diteruskan keporos utama sebagai output transmisi. Karena roda gigi pemutar (driver) jumlah giginya lebih sedikit (yaitu Roda gigi E dan B) dari roda gigi yang diputar (driven), maka terjadi penurunan atau reduksi putaran bertingkat.











Gambar 7. Prinsip kerja transmisi tiga kecepatan

Perhitungan reduksi putaran dilakukan dengan membandingkan antara jumlah gigi pada roda gigi yang diputar dibandingkan dengan jumlah gigi pada roda gigi pemutar.
Sehingga rumus perbandingan giginya sebagai berikut:
Perbandingan Gigi Pertama = F/E x A/B = 40/20 x 40/20 = 4.
Angka 4 ini menunjukan bahwa momen output pada transmisi akan 4 kali lebih besar dibandingkan momen pada poros inputnya, namun kecepatan/putarannya poros output transmisi ¼ dari putraran poros input. Artinya pada rpm mesin yang sama, kecepatan kendaraan lebih lambat. Hal ini diperlukan untuk mengangkat beban kendaraan yang lebih besar dengan tenaga yang tetap.
Posisi Gigi Kedua, pada kecepatan kedua roda gigi A di lepaskan dari roda gigi B, dan roda gigi C dihubungkan keroda gigi D. Sehingga aliran tenaga/putaran dari roda gigi E ke roda gigi F, roda gigi F berputar bersama dengan roda gigi D, selanjutnya roda gigi D memutar roda gigi C dan diteruskan ke poros output transmisi.
Perhitungan reduksi putaran sama dengan pada posisi gigi pertama di atas, yaitu:
Perbandingan Gigi Kedua = F/A x C/D = 40/20 x 30/30 = 2.
Angka 2 ini menunjukan bahwa momen output pada transmisi akan 2 kali lebih besar dibandingkan momen pada poros inputnya, namun kecepatan/putarannya poros output transmisi ½ dari putraran poros input. Artinya pada rpm mesin yang sama, kecepatan kendaraan lebih cepat dua kali di-bandingkan posisi gigi pertama.
Posisi Gigi Ketiga atau tertinggi, pada posisi ini roda gigi A tetap bebas, roda gigi C dilepas dari roda gigi D dan digeser dihubungkan langsung melalui dog clutch dengan roda gigi E. dengan demikian putaran poros input sama dengan putaran poros output atau 1 : 1.
Posisi Gigi Mundur/Reverse, diperlukan untuk menggerakan kendaraan mundur. Pada posisi ini roda gigi C digeser pada posisi netral dan roda gigi A digeser berhubungan dengan roda gigi H, putaran roda gigi E ke roda gigi F, selanjutnya roda gigi G yang berputar bersama dengan roda gigi F memutar roda gigi H, dan roda gigi H memutar roda gigi A dan diteruskan keporos output transmisi dengan putaran kebalikan dari poros input. Bila jumlah gigi G adalah 10, maka
Perbandingan Gigi Kedua = F/E x H/G x A/H = F/E x A/G
= 40/20 x 40/10 = 8.
Angka 8 ini menunjukan bahwa momen output pada transmisi akan 8 kali lebih besar dibandingkan momen pada poros inputnya, namun kecepatan/putarannya poros output transmisi 1/8 dari putraran poros input. Artinya pada rpm mesin yang sama, kecepatan kendaraan 1/8 lebih lambat.
b) Unit Mekanisme Selektor
Seperti telah disinggung dalam uraian di atas, pada transmisi ada perlengkapan yang berfungsi untuk mengoperasi-onalkan transmisi, yaitu untuk merubah dari kecepatan yang satu kekecepatan yang lainnya. Didalam pemindahan roda gigi tidak boleh terjadi penyambungan dobel, misalnya saat roda gigi A berhubungan dengan roda gigi H atau B, maka roda gigi C juga berhubungan dengan roda gigi E atau D. Bila ini terjadi, maka akibatnya bisa fatal, kalau nggak terkunci atau tidak bisa berputar semua, mak bisa terjadi kerusakan pada salah satu pasang roda gigi.
Untuk mencegah terjadinya permasalahan tersebut, maka pada transmisi manual dilengkapi dengan perangkat mekanisme selektor, seperti terlihat pada gambar 7 berikut ini.








Gambar 8. Mekanisme Selektor

Garpu selektor (selector fork) pada gambar 7a, dipergunakan untuk menggeser roda gigi pada poros utama. Pada transmisi tiga kecepatan ditambah satu kecepatan mundur diperlukan dua buah garpu selektor. Bagian bawah garpu selektor berhubungan dengan roda gigi, sedangkan bagian atasnya berhubungan dengan handel transmisi yang digerakan dari ruang kemudi.
Setiap transmisi harus dilengkapi dengan pealatan (a) untuk menempatkan selektor untuk menghindari roda gigi ber-geraksendiri, dan (b) untuk mencegah dua gigi terhubung secara bersamaan. Jadi 7b berfungsi untuk menahan posisi roda gigi. Pada posisi ini bila salah satu roda gigi dipindahkan, maka yang lainnya dikunci oleh mekanisme sektor, seperti ter-lihat pada gambar 7c. Pennguncian melalui desain plunger yang dipasang antar batang selektor. Dengan demikian bila salah satu roda gigi akan dihubungkan, maka yang lainnya dikunci pada posisi netral. Bila roda gigi A dihubungkan maka roda gigi C dikunci pada posisi netral. Sehingga dengan mekanisme selektor kemungkinan terhubungnya dua roda gigi secara bersamaan dapat dicegah.

c) Transmisi synchromesh 4 kecepatan
Konsep aliran tenaga/momen sama dengan yang dipergunakan pada transmisi tiga kecepatan di atas. Perbedaannya pada transmisi ini tidak menggunakan sistem sliding gear kecuali untuk reverse. Kondisi ini jadi memungkinkan dipergunakan bentuk gigi selain spur, baik yang bentuk helical atau yang dobel helical. Bentuk gigi ini di samping lebih kuat karena kontak antar giginya lebih luas, suaranya juga lebih halus.
Konstruksi transmisi ini, seluruh roda gigi pada poros utama (main shaft) terhubung bebas. Sedangkan sychromesh dengan poros utama terhubung sliding.


















Gambar 9. Transmisi 4 kecepatan

Posisi netral, adalah posisi di mana kedua synchro-mesh tidak sedang menghubungkan roda gigi, dan roda gigi untuk posisi reverse juga tidak terhubung. Sehingga putaran dari poros primer dipindahkan keroda gigi yang ada pada poros perantara dan dipindahkan keroda gigi yang ada pada poros utama namun tidak memutar poros utama.
Posisi gigi pertama. Synchromesh sebelah kanan di-geser kekanan, sehingga poros utama berhubungan dengan roda gigi D. Dengan demikian putaran mesin masuk ke kopling memutar poros primer dan memutar roda gigi A. Roda Gigi A memutar seluruh roda gigi yang ada pada poros perantara yaitu roda gigi B, C, E, K dan memutar roda gigi D, F, dan G. Karena yang terhubung melalui synchro-mesh adalah roda gigi D, maka putaran mesin dipindahkan ke poros utama melalui roda gigi D, sementara roda gigi F dan G berputar bebas.
Posisi gigi kedua. Synchromesh sebelah kanan digeser kekiri, sehingga poros utama berhubungan dengan roda gigi F. Dengan demikian putaran mesin masuk ke kopling memutar poros primer dan memutar roda gigi A. Roda Gigi A memutar seluruh roda gigi yang ada pada poros perantara yaitu roda gigi B, C, E, K dan memutar roda gigi D, F, dan G. Karena yang terhubung melalui synchromesh adalah roda gigi F, maka putaran mesin dipindahkan ke poros utama melalui roda gigi F, sementara roda gigi D dan G berputar bebas.
Posisi gigi ketiga. Synchromesh sebelah kiri digeser kekanan, sehingga poros utama berhubungan dengan roda gigi G. Dengan demikian putaran mesin masuk ke kopling memutar poros primer dan memutar roda gigi A. Roda Gigi A memutar seluruh roda gigi yang ada pada poros perantara yaitu roda gigi B, C, E, K dan memutar roda gigi D, F, dan G. Karena yang terhubung melalui synchro-mesh adalah roda gigi G, maka putaran mesin dipindahkan ke poros utama melalui roda gigi G, sementara roda gigi F dan G berputar bebas.
Posisi gigi keempat atau tertinggi. Synchromesh sebelah kiri digeser kekiri, sehingga poros utama berhubungan dengan roda gigi A. Dengan demikian putaran mesin masuk ke kopling memutar poros primer dan memutar roda gigi A. Roda Gigi A memutar seluruh roda gigi yang ada pada poros perantara yaitu roda gigi B, C, E, K dan memutar roda gigi D, F, dan G. Karena yang terhubung melalui synchro-mesh adalah roda gigi A, maka putaran mesin dipindahkan ke poros utama melalui roda gigi A, sementara roda gigi D, F dan G berputar bebas. Pada posisi ini semua gigi berputar bebas, karena putaran dari mesin ter-hubung langsung ke poros utama atau poros output transmisi.
Besarnya reduksi putaran cara menghitungnya sama dengan yang telah dijelaskan di atas, saat membahas transmisi sliding tiga kecepatan. Reduksi putaran ini sangat bervariasi antar kendaraan bermotor. Kapasitas beban maksimum kendaraan akan menjadi pertimbangan dalam memilih dan menentukan seberapa besar reduksi yang perlu dilakukan. Semakin berat kapasitas beban maksimum kendaraan, maka akan semakin besar reduksi putaran oleh transmisi.
Sehingga untuk kendaraan ringan berarti reduksi se-makin kecil, kadang untuk jenis sedan transmisinya dilangkapi dengan fasilitas ovedrive. Fasilitas ini memungkinkan putaran poros main shaft lebih besar dibandingkan dengan poros primer.
d). Mekanisme pengoperasian transmisi manual.
Mekanisme pengoperasian transmisi, berfungsi untuk menyediakan hubungan antara pengemudi dengan bekerjanya transmisi. Sehingga mekanisme pengoperasian merupakan sarana untuk mengendalikan bekerjanya transmisi oleh pengemudi. Dengan demikian pengemudi dapat memilih gigi kecepatan yang dianggap sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban kendaraan.
Konstruksi mekanisme pengoperasian ada tiga macam, yaitu sistem handel langsung, sistem handel pada kemudi, dan sistem menggunakan kabel baya elastis.
Sistem pemindah gigi handel langsung konstruksinya dapat dilihat pada gambar 13 berikut ini.











Gambar 10. Sistem Pemindah Langsung

Perhatikan gambar 13, Kalau tuas pemindah didorong penuh ke kiri oleh pengemudi, maka lengan selektor akan berada pada tuas garpu gigi 1 dan 2. pada posisi ini bila pengemudi mendorong kedepan , berarti lengen selektor menarik tuas garpu gigi 1 dan 2 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 1. Sebaliknya bila menarik tuas pemindah kebelakang berarti mendorong tuas garpu gigi 1 dan 2 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 2.
Kalau tuas pemindah dilepas oleh pengemudi, maka tuas pemindah akan berada ditengah dan lengan selektor akan berada pada tuas garpu gigi 3 dan 4. pada posisi ini bila pengemudi mendorong kedepan , berarti lengen selektor menarik tuas garpu gigi 3 & 4 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 3. Sebaliknya bila menarik tuas pemindah kebelakang berarti mendorong tuas garpu gigi 3 & 4 dan membawa synchronmesh masuk ke posisi gigi 4.
Kalau tuas pemindah ditarik penuh ke kanan oleh pengemudi, maka lengan selektor akan berada pada tuas garpu mundur. pada posisi ini bila pengemudi menarik tuas pemindah kebelakang berarti mendorong tuas garpu mundur dan mem-bawa roda gigi masuk ke posisi gigi mundur.
Sistem pemindah gigi handel pada kemudi konstruksinya dapat dilihat pada gambar 14 berikut ini.











Gambar 11. Sistem pemindah gigi pada kemudi

Pada prisipnya pemindahan gigi di dalam transmisi sama dengan yang telah dijelaskan di atas. Sistem ini dipergunakan agar samping pengemudi ruangannya dapat dipergunakan untuk tempat duduk. Contoh pada kendaraan adalah dipergunakan pada mobil Mitsubishi L300.
Sementara untuk sistem menggunakan kabel baya elastis, seperti terlihat pada gambar 14 berikut ini dipergunakan pada kendaraan sedan dengan front wheel drive dan mesin me-lintang. Sistem ini lebih fleksibel dan mampu untuk menjangkau posisi transmisi yang sulit yang tidak memungkinkan digunakan kedua sistem sebelumnya.











Gambar 12. Sistem operasional Transmisi menggunakan kabel baja elastis

e) Perawatan dan pemeliharaan Transmisi manual.
Pemeliharaan dan perawatan transmisi manual, tidak terlalu rumit namun memerlukan ketelitian.
Pertama, memeriksa kebebasan gerak tuas pemindah. Kebebasan yang berlebihan disebabkan oleh keausan baut-baut penyambung, kerusakan bushing sambungan, atau penyetelan-nya. Secara visual/pengamatan langsung permasalahan ter-sebut dapat dilakukan.
Kedua, memeriksa pelumasan transmisi. Pelumasan pada transmisi sangat penting, mengingat transmisi terdiri dari banyak komponen yang saling bersentuhan satu dengan yang lainnya. Pelumasan diperlukan untuk menghindari terjadinya keausan sebagai akibat kontak langsung antar logam komponen transmisi. Transmisi pada umunya menggunakan minyak pelumas dengan viscositas SAE 80 atau SAE 90, namun demikian dalam menggunakan minyak pelumas untuk transmisi perlu melihat manual masing-masing produk kendaraan. Karena dimungkinkan terdapat perbedaannya. Setiap 1500 km perlu dikontrol mengenai jumlahnya.
Ketiga, pemeriksaan terhadap gejala-gejala kerusakan. Pemeriksaan ini terkait dengan kinerja transmisi, yaitu apakah transmisi dapat melakukan fungsinya dengan baik. Untuk melakukan pemeriksaan ini, berarti kendaraan harus dijalankan atau sering disebut dengan tes jalan.
Gejala-gejala berikut ini menandakan bahwa terjadi kesalahan pada unit transmisi manual,
(1) Gigi Loncat dari hubungan.
(2) Gigi sulit Masuk.
(3) Suara berisik yang tidak normal.
Dari gejala-gejala di atas dapat dianalisis faktor penyebab, dan proses perawatan atau perbaikannya. Hasil analisis seperti terlihat pada tabel berikut ini.








Gejala-gejala Penyebab Perawatan Perbaikan
1. Gigi Loncat dari hubungan * Shift fork aus Beri pelumas Bongkar & ganti
* Shift fork atau synchronizer sleede aus Periksa pelumas dan ganti Bongkar & ganti
* Locating spring lemah Bongkar & ganti
* Main shaft aus Periksa minyak pelumas & ganti Bongkar & ganti
* Bearing primary shaft atau main shaft aus Periksa minyak pelumas & ganti Bongkar & ganti
* Circlip-circlip terlepas Bongkar & pasang
2. Gigi Sulit Masuk * Kopling tidak bebas Stel kebebasan pedal Kopling
* Konis synchro-mesh aus Bongkar & ganti
* Shynchro-mesh splines aus Bongkar & ganti
* Mekanik Pemindah aus Bongkar & ganti
3. Suara berisik yang tidak Normal * Jumlah pelumas kurang Periksa minyak pelumas & ganti
* End play Countershaft gear Bongkar & ganti shim
* End play Reverse idler gear Bongkar & ganti shim
* End play Pinion shaft Bongkar & ganti shim
* Keausan Roda gigi transmisi Bongkar & ganti shim

c. Rangkuman 2
1) Transmisi manual dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah kecepatannya, yaitu transmisi 3 kecepatan, 4 kecepatan, 5 kecepatan dan seterusnya. Di samping itu juga dapat dibedakan berdasarkan sistem pemindahan kecepatan yang dipergunkan, yaitu transmisi slidingmesh, clutch mesh, synchromesh, atau kombinasinya.
2) Mekanisme pengoperasian transmisi manual ada tiga cara, yaitu sistem handel langsung, sistem handel pada kemudi, dan sistem menggunakan kabel baja elastis. Contoh penggunaannya sistem handel langsung pada kendaraan dengan pemasangan mesin memanjang seperti Toyota Kijang. Sistem handel pada kemudi digunakan agar keberadaan tuas pemindah transmisi tidak mengurangi ruangan penumpang, seperti yang dipergunakan pada Mitsubishi L300. Dan sistem pemindahan kabel baja elastis, banyak dipergunakan pada kendaraan front wheel drive dengan mesin melintang, seperti mobil sedan keluaran baru.
3) Pemeriksaan dan pemeliharaan transmisi manual ada tiga cara yaitu pemeriksaan dan peyetelan fungsi mekanisme pengoperasiannya, pemeriksaan sistem pelumasan dan penggantian minyak pelumas. Dan yang ketiga pemeriksaan fungsi transmisi secara menyeluruh dengan tes jalan.
4) Kekentalan/viscosity minyak pelumas untuk transmisi manual berukuran antara SAE 80 – SAE 90. Namun untuk tepatnya perlu melihat sepesifikasi yang ditetapkan oleh pabrik, dan bisa dilihat pada buku service manual setiap mesin.
5) Gejala-gejala kerusakan yang paling sering terjadi pada transmisi manual dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu Gigi Loncat dari hubungan, Gigi Sulit Masuk, dan Suara berisik yang tidak Normal.

d. Tugas 2
1) Amati salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif, apakah jenis transmisi dan sistem pemindah kecepatan yang dipergunakan pada kendaraan tersebut?. Jelaskan sistem transmisi dan sistem pemindah kecepatan kendaraan tersebut dengan disertai gambar skemanya.
2) Seorang pengemudi mengeluhkan saat transmisi gigi tiga selalu lepas saat mobil diangkatkan. Apa analisis anda dan apa yang perlu anda lakkukan untuk mengatasi permasalah-an pengemudi tersebut?


e. Tes formatif 2
1) Berapa macam sistem transmisi manual yang diperguna-kan pada kendaraan? Berikan contoh kendaraan merk apa transmisi jenis apa yang dipergunakan!
2) Apakah semua kendaraan sedan selalu menggunakan sistem pemindah kecepatan menggunakan kabel baja elastis? Berikan alasannya!
3) Coba analisis mengapa sistem pemindah kecepatan menggunakan kabel baja elastis, merupakan cara yang lebih fleksibel dibandingkan dengan dua sistem yang lain-nya?
4) Mengapa kekentalan minyak pelumas untuk transmisi manual begitu tinggi? Apakah akibatnya bila dipergunakan minyak pelumas dengan tingkat viscosity yang sama dengan yang dipergunakan pada mesin?
5) Bagaimana prosedur yang dilakukan untuk merawat transmisi manual kendaraan? Dan perawatan apakah yang perlu dilakukan secara berkala?

Perhatian:
Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya, cocokan jawaban Anda dengan yang termuat pada halaman berikut ini.


f. Kunci jawaban formatif 2
1) Jenis transmisi ditinjau dari sistem pemindahan roda gigi-nya ada tiga macam, yaitu sistem sliding gear, sistem constant-mesh, dan sistem sychro-mesh. Contohnya mobil Jeep Toyota Hartop menggunakan transmisi tiga kecepat-an dan sistemnya kombinasi, untuk gigi dua dan tiga menggunakan sistem synchromesh, sedangkan gigi satu dan reverse menggunakan sistem sliding gear.
2) Tidak semua kendaraan sedan menggunakan sistem pemindah kecepatan menggunakan kabel baja elastis. Sistem ini merupakan pengembangan dari kedua sistem sebelumnya, sehingga kendaraan sedan yang lama masih banyak yang menggunakan dua sistem sebelumnya. Sementara kendaraan sedan yang keluarran baru banyak yang menggunakan sistem pemindah kecepatan meng-gunakan kabel baja elastis.
3) Sistem pemindah kecepatan menggunakan kabel baja elastis lebih fleksibel dibandingkan dengan dua sistem yang lainnya, karena sistem ini dapat dipergunakan untuk posisi transmisi apapun pada kendaraan.
4) Minyak pelumas fungsinya untuk menghindari kontak langsung antar logam. Minyak pelumas membentuk film oli diantara kedua permukaan. Kemampuan film oli dapat dibentuk melalui tekanan dan kekentalannya. Karena pada transmisi minyak tidak mendapatkan tekanan seperti yang dipergunakan pada mesin, maka viscositasnya yang harus tinggi. Bila dipergunakan kekentalannya sama dengan yang dipergunakan pada mesin, maka akan terjadi kontak langsung antar permukaan logam dan akan terjadi ke-ausan.
5) Pertama memeriksa dan menyetel sistem pemindah kecepatan, kedua memeriksa dan mengganti pelumasan, dan ketiga memeriksa dan memperbaiki kerusakan transmisi. Bila kemungkinan tersebut tidak ada, maka perawatan selanjutnya adalah mengganti minyak pelumas secara berkala berdasarkan jumlah kilometer perjalanan kendaraan dan melihat kebocoran oli, serta memerikasa pelumas handel presneling.

Perhatian:
• Apakah anda puas dengan jawaban yang anda buat? Jika belum, maka catatlah bagian yang anda tidak/kurang puas tersebut dan diskusikan dengan tutor anda.
• Bila anda puas, lanjutkan dengan kegiatan berikutnya.










3. Kegiatan Belajar 3: Membongkar dan memasang transmisi manual dan sistem pengoperasiannya
a. Tujuan Kegiatan Belajar 3
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan siswa dapat:
1) Membongkar dan memasang transmisi manual dan sistem pengoperasiannya.
2) Menguji kinerja transmisi manual dan sistem pengoperasian-nya.
3) Bekerja menggunakan SOP dan keselamatan kerja dengan benar.

b. Uraian Materi 3
Pada kegiatan belajar ini akan membahas proses pembongkar-an transmisi dari kendaraan dan proses pemasangan kembali. Proses ini standardnya hanya memerlukan waktu 1 jam, sementara untuk latihan diberi toleransi waktu ½ jam atau seluruhnya menjadi 1½ jam. Prosedur yang perlu dilakukan secara berurutan akan dibahas berikut ini.
1). Langkah Persiapan
Sebelum melakukan proses pembongkaran, perlu dipersiapkan alat dan perlengkapan yang diperlukan. Hal ini agar waktu yang diperlukan tidak hilang karena harus mencari alat atau perlengkapan.
Alat dan perlengkapan yang diperlukan adalah:
a) Dongkrak mobil dan penyangga/jack stand
b) Dongkrak transmisi seperti gambar 15 berikut ini.











Gambar 13. Dongkrak transmisi

Dongkrak ini jenis hidrolis, namun ada juga yang meng-gunakan ulir. Alat ini menjadi sangat penting dalam pembongkaran maupun pemasangan transmisi. Sebab posisi dan masa transmisi akan menyulitkan proses pemasangan ataupun pembongkaran. Disamping itu keselamatan pekerja akan sangat bebahaya tanpa dongkrak ini, dan juga ketepatan pemasangan transmisinya.
Mobil kijang sebagai bahan pelatihan.
a) Kotak alat yang berisikan kunci yang diperlukan
b) Lampu kerja untuk penerangan mengingat posisi transmisi yangcenderung dibawah kendaraan.
c) Pompa pengisi minyak pelumas transmisi dan minyak pelumasnya.
d) Bak penampung minyak pelumas yang lama.
e) Vet gravit dan kain lap/majun.

Keselamatan kerja:
Setiap melakukan praktek termasuk proses pembongkaran dan pemasangan transmisi, harus selalu mengutamakan keselamat-an kerja baik untuk benda kerja maupun manusianya. Oleh karena itu ketelitian baik sebelum dan saat bekerja sangat diperlukan. Menjaga semua kondisi kerja selalu aman, seperti misalkan menghindarkan adanya oli yang tumpah dilantai. Di samping akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam bekerja, oli bisa menyebabkan terpelanting.
Proses pembongkaran:
a) Lepaskan terminal negative bateri, ini untuk menjaga kemungkinan terjadinya hubungan singkat saat bekerja.
b) Angkat mobil menggunakan dongkrak dan pasang jackstand tinggi pengangkatan untuk memberi ruang gerak yang leluasa bagi pekerja maupun proses pembongkaran dan pemasangan transmisi.
c) Lepaskan karet penutup tongkat/tuas/handel pemindah gigi transmisi. Lihat gambar 16 berikut ini. Dengan melepas baut pengikatnya.






Gambar 14. Sistem pemindah gigi pada kemudi

d) Lepaskan handel pemindah gigi transmisi, dengan melepas baut pengikatnya dan angkat keluar. Lihat gambar 17 berikut ini.














Gambar 15. Pelepasan baut pengikat handel transmisi

e) Lepaskan motor starter, yaitu lepas kabel-kabelnya dan baut pengikatnya.
f) Keluarkan minyak pelumas transmisi, dengan membuka baut tap, dan siapkan bak penampung minyak pelumas. Sesudah habis, pasang kembali baut tap dan singkirkan bak penampung minyak pelumas, jangan sampai tumpah. Kalau tumpah bersihkan dulu.
g) Lepaskan sambungan keporos propeller, supaya saat pemasangan tidak keliru beri tanda sebelum dilepas. Seperti terlihat pada gambar 16.
h) Lepaskan kabel speedometer dan kabel lampu mundur dari terminalnya.
i) Lepaskan kabel kopling dari tuas pembebasnya. Lihat gambar 17.













Gambar 16. Melepas propeller shaft




Gambar 17. Melepas kabel kopling

j) Lepaskan pegangan dan klem knalpot yang berhubungan dengan transmisi.
k) Pasang dongkrak transmisi dengan baik, bila perlu ikat dengan baut atau rantai yang tersedia. Hal ini untuk menghindari transmisi jatuh saat baut pengikatnya dilepas. Perhatikan gambar 20 berikut.






Gambar 18. Posisi dongkrak transmisi.

l) Lepaskan mounting transmisi.
m) Kendorkan baut pengikat rumah transmisi. Perhatikan apakah transmisi tetap pada posisi datar atau tidak, bila miring seperti gambar 20, maka naikkan dongkraknya.
n) Bila transmisi sudah posisi datar dengan benar, maka lepaskan baut pengikat transmisi. Sekali lagi perhatikan posisi datar transsmisi.
o) Tarik transmisi kearah belakang mobil, sampai ujung poros pirmer transmisi lepas, dan selanjutnya turunkan pelan2 dongkrak transmisi sampai diperkirakan saat ditarik keluar dari bawah mobil tidak menyangkut.
p) Turunkan transmisi dari dongkrak.

Pemeriksaan:
a) Periksa kebocoran minyak pelumas pada seal poros input transmisi. Bila terdapat tanda-tanda kebocoran ganti seal-nya. Bocoran minyak ini disamping menyebabkan ber-kurangnya kuantitas minyak pelumas ditransmisi, juga bila kena plat kopling menyebabkan koling jadi slip.
b) Pemeriksaan kebocoran minyak pelumas juga pada seal poros engkol.
c) Pemeriksaan sambungan kabel kopling dari keausan, dan kemacetan.
d) Pemeriksaan bantalan jalan, dengan memutarnya apakah masih lancar atau sudah rusak. Bila rusak ganti yang baru.

Petunjuk Pemasangan:
a) Lumasi menggunakan vet grafit atau vet yang tahan panas pada bantalan pilt pada fly wheel, alur bos penghantar bantalan tekan, dan alur poros transmisi. Perhatikan gambar 19. disamping itu juga pada ujung kabel kopling.










Gambar 19. Bagian-bagian yang diberi Vet

b) Pasanglah/naikan transmisi pada dongkrak transmisi, seperti sebelumnya posisi transmisi harus datar, khusunya poros input transmisi. Dan transmisi ikat dengan baik pada dongkrak pada posisi pada saat terpasang.
c) Masukan dongkrak dan transmisi kekolong bawah mobil.
d) Naikan dongkrak hingga poros input tepat dengan bantalan pilot.
e) Dorong transmisi pelan-pelan untuk menepatkan ujung poros input transmisi pada bantalan pilot pada fly wheel. Setelah pas, dorong kembali hingga rumah transmisi duduk dengan mudah. Pada proses ini jangan sekali-kali dipaksa-kan dengan menekan pakai baut prngikat rumah transmisi.
f) Pasang baut pengikat dan mounting transmisi. Keraskan sesuai dengan momen pengerasan pada buku manual.
g) Pasang kembali motor starter beserta kabelnya.
h) Pasang propeller shaft sesuai dengan tanda yang dibuat.
i) Pasang kabel speedometer dan kabel mundur serta klem knalpot.
j) Isi minyak pelumas transmisi.
k) Pasang kabel kopling dan stel ketinggian dan kebebasan pedal kopling. Lihat gambar 22 berikut. Tinggi pedal = 150,8 mm, dan kebebasannya = 20-35 mm.







Gambar 20. Penyetelan pedal kopling
l) Pasang handel pemindah gigi transmisi beserta karet penutupnya.
m) Turunkan kendaraan dari jack stand.
n) Hidupkan mobil, cobalah penyetelan kopling dan kerja transmisi.
o) Bersihkan alat dan perlengkapan yang dipergunakan.

c. Rangkuman 3
1) Pembongkaran dan pemasangan unit transmisi kendaraan bila melalui prosedur yang benar dapat dilakukan dengan cepat yaitu dalam waktu 1 jam.
2) Perhatian terhadap keselamatan kerja memungkinkan penyelesaian pekerjaan yang lebih efektif dan efisien. Keselamatan kerja meliputi keselamatan manusia yang bekerja dan keselamatan mobil yang dikerjakan. Untuk itu setiap langkah perlu mempertimbangkannya.
3) Proses pembongkaran berarti merupakan proses pemisahan transmisi dari sistem kendaraan secara keseluruhan. Maka dalam rangka membongkar transmisi, perlu diperhatikan kaitannya dengan sistem yang lainnya.
4) Penggunaan dongkrak transmisi dengan baik memungkin-kan pelepasan dan pemasangan transmisi dapat dilakukan dengan mudah dan selamat.
5) Pada proses pemasangan semua baut harus dikeraskan sesuai dengan momen pengerasan sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam buku manual.
6) Pada akhir pemasangan perlu ada pengecekan terhadap kenerja kendaraan khususnya dalam kaitannya dengan unit transmisi.

d. Tugas 3
1) Amati sistem transmisi dan komponen pengoperasiannya yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. Identifikasi alat dan perlengkapan yang diperlukan untuk proses pembongkaran dan pemasangan transmisi kendaraan tersebut, dan berapa lama perkiraan waktu yang diperlukan.
2) Seorang pengemudi mengeluhkan pada saat mengoperasi-kan handel pemindah gigi transmisi sering salah masuk gigi yang diharapkan. Apa analisis anda dan apa yang perlu anda lakkukan untuk mengatasi permasalahan pengemudi tersebut?

e. Tes formatif 3
1) Dalam kaitannya dengan proses perwatan transmisi manual, kapan transmisi diputuskan harus dibongkar dari kendaraan?
2) Mengapa sebelum proses pembongkaran transmisi manual kendaraan haarus ditumpukan pada jack stand dan berapa jumlah jack stand yang diperlukan? Identifikasi proses pemasangan jackstand!
3) Mengapa baik pada saat pembongkaran maupun pada saat pemasangan transmisi harus pada posisi datar? Bagaimana cara yang perlu dilakukan untuk memposisikan transmisi tersebut?
4) Apakah alasannya saat melepas propeller shaft perlu diberi tanda terlebih dahulu? Apakah akibatnya bila langkahh pemberian tanda tersebut tidak dilakukan?
5) Apakah yang perlu dilakukan saat pemasangan transmisi manual selesai dilaakukan? Jelaskan satu persatu dan berikut caranya!

Perhatian:
Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya, cocokanlah jawaban Anda dengan yang termuat pada halaman berikut ini.


f. Kunci jawaban formatif 3
1) Transmisi diturunkan, bila gejala kerusakan transmisi sudah keluar dari wilayah pemeliharaan.
2) Pertama untuk mendapatkan ruangan yang cukup untuk bekerja. Kedua agar kendaaraan tidak bergerak dan memberikan ruangan yang cukup untuk mengeluarkan dan memasukan transmisi dari kolong bawah kendaraan. Jack stand yang diperlukan sebanyak empat buah. Cara pemasangan jack stand adalah bisa dua sekaligus atau satu persatu, yaitu dengan mendongkrak mobil hingga tinggi yang diharapkan, kemudian mengatur tempat jackstand pada posisi yang paling aman dan menyetelnya.
3) Untuk menghindaari kerusakan pilot bearing ataupun poros input transmisi, dan menghindari kemungkinan jatuh bila posisi transmisi miring. Mengikat transmisi pada dongrak baik menggunakan rantai atau baut.
4) Pertama saat pemasangan dapat dikembalikan pada posisi semula, dan mengefektifkan waktu pemasangan. Bila tidak ditandai kemungkinan saat dipasang kembali tidak pada posisi semula. Bila ini terkait dengan masalah keseimbang-an poros makan akan terjadi kondisi tidak balance saat mobil dipergunakan.
5) Pada saat sudah selesai pemasangan transmisi yag perlu dilakukan adalan melakukan penyetelan kebebasan pedal kopling dan kinerja transmisi. Penyetelan kopling adalah menyetel kebebasan pedal kopling dan kebebasan bantal-an tekan kopling. Segangkan kinerja transmisi meliputi kelonggaran handel pemindah gigi dan kemudahan pemindahan gigi itu sediri.
Perhatian:
• Apakah anda puas dengan jawaban yang anda buat? Jika belum, maka catatlah bagian yang anda tidak/kurang puas tersebut dan diskusikan dengan tutor anda.
• Bila anda puas, lanjutkan dengan kegiatan berikutnya.


g. Lembar kerja 3
1) Alat dan Bahan
a) Sebuah kendaraan bermotor roda 4
b) Buku manual kendaraan roda 4 tersebut
c) Minyak pelumas transmisi manual
d) Pompa minyak pelumas transmisi manual
e) Peralatan pelumasan, kunci pas/ring atau tang (menyesuaikan kebutuhan)
f) Lap/ majun

2) Keselamatan Kerja
a) Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.
c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
d) Ikuti Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja, hati-hati bekerja di bawah kendaraan tanpa jackstand.

3) Langkah Kerja :
a) Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan efisien.
b) Perhatikan prosedur perawatan yang terdapat di dalam buku manual.
c) Lakukan bongkar – pasang unit transmisi manual dan sistem pengoperasiannya!
d) Setelah selesai, kembalikan alat dan perlengkapan yang anda pergunakan.
e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.
f) Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula
g) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/ instruktur
4) Tugas
a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas.
b) Buatlah flow chart proses merawat transmisi manual.
c) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 3.










BAB IV
EVALUASI

A. PERTANYAAN
1. Perhatikan gambar rangkaian transmisi berikut ini, dan anda buat jalur perpindahan tenaga untuk gigi dua, gigi tiga, dan gigi empat, dengan membuat jalur seperti pada gigi pertama!





















2. Mengapa terdapat beberapa macam sistem pemindahan roda gigi transmisi pada kendaraan bermotor? Sebutkan keunggulan sistem synchromesh pada transmisi kendaraan!
3. Berdasarkan pengamatan anda baik pada kendaraan penggerak depan, belakang dan empat roda penggerak, apakah kesamaan posisi transmisi pada kendaraan tersebut?
4. Uraikan langkah-langkah proses perwatan transmisi yang perlu dilakukan!
5. Bila sebuah transmisi aus konis synchromeshnya, apakah gejala yang bisa ditangkap dari permasalahan tersebut? Jelaskan rasionalnya!
6. Apakah prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu diperhatikan di dalam memeriksa, dan memelihara unit trans-misi dan komponen pengoperasiannya?


B. KUNCI JAWABAN
1).























2) Model pemindahan gigi transmisi merupakan bentuk proses pengembangan teknologi, sehingga mosel transmisi yang ada merupakan hasil proses pengembangan teknologi. Keunggulan model synchronmesh dalam proses pemindahan gigi kecepatan dapat dilakukan dengan halus dan tidak harus menunggu kecepatan turun, sehingga tidak mengganggu proses akselerasi kendaraan.
3) Kesamaannya posisi transmisi selalu berada sesudah unit kopling.
4) Proses perawatan transmisi meliputi pemeriksaan sistem pengoperasi-an, pemeriksaan pelumasan, dan pemeriksaan gejala kerusakan.
5) Gejala yang bisa ditangkap adalah gigi sulit disambungkan dan keluar bunyi yang kasar. Hal ini karena proses penyesuaian putaran kedua gigi tidak dapat dilaksnakan oleh synchronmesh.
6) Keselamatan yang perlu diperhatikan adalah keselamatan manusia dan kendaraan.














C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek Skor (1-10) Bobot Nilai Keterangan
Aspek Sikap: Syarat lulus, siswa minimal mencapai nilai 70 dengan skor setiap aspek minimal 7
1. Kebersihan alat dan perlengkapan 5
2. Keselamatan dan kesehatan kerja 10
3. Ketepatan perencanaan penyelesaian modul 5
Aspek Kognitif:
1. Kemampuan menjawab soal latihan 5
2. Kemampuan menjawab soal evaluasi 10
3. Kemampuan membuat kesimpulan 5
Aspek Psikomotor:
1. Kemampuan mnggunakan manual 10
2. Kemampuan melakukan perawatan 20
3. Kemampuan menganalisis permasalahan 20
4. Kemampuan membuat laporan 10
Jumlah 100

Keterangan :
Tidak = 0 (nol) (tidak lulus)
Ya = 70 s.d. 100 (lulus)

Kriteria Kelulusan :
70 s.d. 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan
80 s.d. 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan
90 s.d. 100 : di atas minimal tanpa bimbingan







BAB IV
PENUTUP

Siswa yang telah mencapai tingkat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul selanjutnya. Sementara mereka yang belu mencapai tingkat kelulusan minimal atau belum berhasil lulus, tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya, dan harus mengulang kembali modul Pemeliharaan/servis Unit Transmisi manual ini.






















DAFTAR PUSTAKA

Gill, Paul W. dkk.;Fundamentals of Internal Combustion Engine. New Delhi : Oxford & IBH Publishing CO., 1976.

Johnson, James A.V.. Automotive Diagnosis and Tune Up. New York : McGraw Hill Company, 1972.

Maleev, V.L., terjemahan oleh Bambang Priambodo; Operasi dan pemeliharaan Mesin Diesel..Jakarta : Penerbit Erlangga, 1991.

Nakoela Soenarto dan Shoichi Furuhama, Motor Serba Guna. Jakarta : PT. Pradnya Paramita. 1985.

Toboldt, William. K dan Johnson, Larry; Automotive Encyclopedia, Illinois : The Good-heart - Willcox Company, inc. 1983.

Wardan Suyanto; Teori Motor Bensin, Jakarta : Depdikbud. 1989.

Wiranto Arismunandar dan Osamu Hirao; Pedoman Untuk mencari Sumber Kerusakan, merawat, dan menjalankan kendaraan bermotor. Jakarta : PT. Pradnya Paramita, 1991.

Anonim, Suzuki SE416 Vitara, Service Manual.

Anonim, Hino Truck Chasis model FD3H, FF3H, FM3H, GD3H, GH3H, GT3H, Workshop Manual, Hino Motors, Ltd.

artikel otomotif

TIPS PERAWATAN DAN PERBAIKAN RAWAT INJEKSI BIAR TETAP AKSI Servis rutin mesin injeksi dapat difokuskan di seputar sistem pasokan bahan bakar dan udara. Salah satu pertimbangannya menilik kualitas bahan baker di tanah air yang tak menentu. Langkah ini sebaiknya dilakukan rutin setiap 5.000 km. Komponen utama terdiri dari filter bensin, filter udara, pompa bahan baker, throttle body (skep injeksi) dan nosel/injector. Lima bagian tadi yang menentukan kelangsungan hidup sebuah sistem injeksi. FILTER BENSIN Perawatan dimulai dari filter bensin. “Kita tak pernah tahu tangki dalam kondisi kotor atau bersih, apalagi untuk mobil tahun lawas,” ungkap Taqwa S. Swasono, mekanik bengkel Garden Speed. Maka itu bersihkan filter bensin dengan bantuan angina bertekanan tinggi. Umumnya komponen ini terletak di ruang masin dan terbuat dari logam. Jika sudah terlalu kotor, sebaiknya diganti batu. Jika dibiarkan berlanjut, kerusakan bisa merembet pada pompa bensin. Indikatornya, suara berisik dengan nada tak stabil. “Pompa injeksi sangat mahal, jadi harus telaten merawat,” urai Taqwa yang mendalami mesin injeksi. NOSEL INJEKTOR Nosel penyemprot bensin juga wajib dibersihkan. Maksudnya agar arah dan bentuk semprotannya ideal. Kualitas bensin yang rendah menyebabkan lubang nosel yang ukurannya sangat kecil tersumbat kerak/kotoran. Semprotan bensin jadi kacau dan debitnya berkurang. Akibatnya, putaran mesin pincang dan tarikan mberebet. Tak perlu bongkar nosel, cukup campurkan larutan kimia pembersih ke tangki bensin. Bensin dan larutan kimia ini akan bersenyawa dan mengalir ke nosel untuk mengikis kotoran. Di pasaran sudah banyak produk yang berguna untuk itu. Lakukan secara rutin agar tak perlu ganti nosel baru. THROTTLE BODY Skep injeksi atau throttle body (TB) juga rentan kotor. Gejalanya, tarikan kurang responsive. Bahkan jika kotoran sudah menumpuk di TPS (Throttle Position Sensor) bisa menyebabkan putaran meisn pincang saat stasioner. Sumber kotoran berasal dari udara yang terhisap ke ruang baker. Oleh karena itu, kebersihan TB bergantung pada perawatan filter udara. Bersihkan TB memakai cairan semprot yang banyak dijual di toko onderdil/perkakas. Pilih yang direkomendasi untuk mesin injeksi. Caranya dengan menyemprotkan lewat mulut skep TB sembari mesin dinyalakan stasioner. Jaga putaran mesin agar tidak mati, sehingga cairan pembersih bisa masuk ke seluruh celah skep. Proses ini sekaligus berfungsi membersihkan ruang baker. Semprotkan satu kaleng cairna pembersih kemudian matikan mesin sekitar 10-15 menit. Lanjutkan dengan menyalakan mesin kembali dan mainkan putaran mesin hingga rpm tinggi 6.000-6.500 rpm). Sisa kotoran atau kerak di TB dan ruang baker akan terbuang bersama asap knalpot. Jika mesin dilengkapi sensor yang mengontrol aliran udara, jangan lepas saluran intake. Semprotkan cairan pembersih lewat lubang hawa (breather) di saluran intake. Selanjutnya ikuti prosedur serupa di mesin yang tak punya sensor aliran udara. Usai itu, periksa filter udara agar langkah pembersihan TB dan ruang baker tak mubazir. Bersihkan dengan angin bertekanan tinggi dari arah belakang atau ganti jika sudah terlalu kotor. “Usahakan memakai pasrts asli agar flow (aliran, red.) udara bagus. SETEL CO Tak kalah penting, lakukan proses penyetelan CO (karbon monoksida) sebagai penutup rangkaian perawatan ringan ini. Manfaatkan alat engine analyzer sebagai alat pengukur. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui proses pembakaran di mesin, apakah sudah efisien atau tidak. Nilai CO ideal harus dibawah 1 persen. Jika tiak, lakukan penyetelan ulang di sistem pasokan bensin, udara dan pengapian.
Label: ,